Panduan alat
Tentang Encoder/decoder URL
URL Encoder/Decoder mengubah karakter URL yang tidak aman atau reserved menjadi percent-encoded teks, lalu decode encoded strings kembali menjadi teks yang bisa dibaca.
Gunakan untuk query parameters, path non-Inggris, callback URLs, dan URL fragments dari logs. Semua berjalan lokal di peramban.
Cara memakai URL Encoder/Decoder
- Tempel full URL, query parameter nilai, atau teks yang perlu di-encode.
- Klik Encode untuk mengubah spasi, teks non-Inggris, dan simbol menjadi pengodean persen yang aman.
- Klik Decode untuk mengubah string seperti %E4%B8%AD%E6%96%87 kembali menjadi readable teks.
- Jika hanya satu parameter perlu encoding, encode nilai saja, bukan seluruh string kueri, agar & dan = tetap menjadi struktur.
Kapan dipakai
- Encode search terms, callback URLs, atau redirect parameters sebelum dimasukkan ke URL agar &, ?, dan # tidak memutus parameter.
- Decode percent-encoded paths atau query strings dari API logs menjadi teks yang bisa dibaca.
- Debug double encoding pada OAuth redirect_uri, webhook callbacks, atau shared links.
- Bandingkan keluaran antarmuka encodeURIComponent dengan nilai yang diterima server.
Percent encoding, query parameters, dan jebakan umum
Beberapa karakter URL punya arti struktur, seperti ?, &, =, #, dan /. Percent encoding menulis byte sebagai %HH agar karakter tersebut dikirim sebagai data, bukan dibaca sebagai struktur URL.
- Spaces: biasanya di-encode sebagai %20; form encoding juga bisa memakai +.
- Text non-Inggris dan emoji: di-encode dulu sebagai UTF-8 byte, lalu ditulis sebagai percent sequences.
- encodeURI vs encodeURIComponent: encodeURI mempertahankan URL structure karakter; encodeURIComponent lebih cocok untuk satu parameter nilai.
- Double encoding: %25E4 sering berarti percent sign yang sudah ada di-encode lagi.
Pertanyaan umum tentang Encoder/decoder URL
- Haruskah encode seluruh URL atau satu parameter?
- Biasanya encode satu parameter nilai. Encode seluruh URL juga meng-escape : / ? & dan bisa membuat link salah diparse.
- Mengapa space bisa %20 atau +?
- %20 adalah pengodean persen umum. Tanda + umum dalam application/x-www-form-urlencoded.
- Mengapa percent sign masih ada setelah decode?
- Text mungkin double-encoded, atau nilai asli memang berisi literal percent sign. Decode lagi hanya jika yakin double encoding.
- Apakah URL-safe Base64 masih perlu URL encoding?
- Biasanya lebih sedikit karena menghindari + dan /. Tetap cek = padding atau karakter khusus sebelum masuk string kueri.
- Apakah masukan saya diunggah?
- Tidak. Encoding dan decoding berjalan lokal di peramban dan tidak diunggah ke wetool.site.
Pengodean URL vs Base64
URL encoding membuat karakter aman di dalam URLs. Base64 merepresentasikan byte sebagai teks. Tokens, images, dan binary payloads bisa memakai keduanya, tetapi untuk masalah berbeda.
encodeURI vs encodeURIComponent
Banyak bug URL encoding terjadi karena full URL dan satu parameter nilai diperlakukan sama.
- Full URL: semantik encodeURI mempertahankan : / ? & = # sebagai struktur, cocok untuk link yang sudah disusun.
- Parameter nilai: semantik encodeURIComponent meng-encode &, =, ?, dan #, cocok untuk search, redirect_uri, callback, dan nilai serupa.
- Form rules: application/x-www-form-urlencoded sering menulis space sebagai +; pengodean persen umum biasanya memakai %20.
Checklist debug URL encoding
Saat server menerima URL parameter yang salah, cek berapa kali peramban, kode antarmuka, gateway, dan framework server melakukan encode atau decode.
- %25 sering berarti percent sign yang sudah ada di-encode lagi, jadi double encoding mungkin terjadi.
- Jika redirect_uri berisi string kueri sendiri, ?, &, dan = di dalamnya harus di-encode sebagai data.
- Jangan masukkan decoded user masukan langsung ke HTML atau redirect URLs; tetap pakai protocol allowlist dan keluaran escaping.